Simulasi & Stress Test
Uji keputusan sebelum risiko benar-benar terjadi.
Simulasikan penjualan turun, harga bahan naik, gaji naik, atau biaya tetap berubah—sendiri maupun bersamaan.
📘 Apa fungsi Stress Test dan bagaimana menentukan persentasenya?
Stress Test bukan ramalan pasti. Fitur ini dipakai untuk membuat skenario “bagaimana jika” agar Anda tahu seberapa kuat laba usaha menghadapi perubahan sebelum perubahan itu benar-benar terjadi.
Gunakan tren penjualan 1–3 bulan, perbandingan musim, data POS, atau skenario konservatif. Contoh: penjualan biasanya turun 10% setelah musim ramai → isi -10%. Jika ingin menguji pertumbuhan 15% → isi 15%.
Gunakan histori supplier, quotation baru, atau rata-rata kenaikan bahan utama. Jika bahan utama rata-rata diperkirakan naik 15% → isi 15%. Untuk penurunan harga dapat memakai angka negatif.
Gunakan rencana kenaikan gaji, tambahan staf, lembur, insentif, atau perubahan jam kerja. Jika total biaya tenaga kerja diperkirakan naik dari Rp7.000.000 menjadi Rp7.350.000 → kenaikannya 5%.
Gunakan perubahan sewa, software, internet, penyusutan, iuran, atau overhead tetap. Jika biaya tetap tidak berubah, isi 0%. Jika naik 8%, isi 8%.
Praktik yang baik: jalankan sedikitnya tiga skenario—Ringan, Moderat, dan Berat—agar keputusan harga, promo, atau efisiensi tidak hanya berdasarkan satu asumsi.
💡 Mengapa Stress Test penting?
Usaha jarang berjalan persis sesuai rencana. Dengan mencoba skenario ringan, moderat, dan berat, Anda dapat mengetahui berapa besar penurunan laba yang masih dapat ditoleransi dan keputusan apa yang perlu disiapkan sebelum harga bahan, gaji, biaya tetap, atau penjualan benar-benar berubah.