Yield & Edible Portion (EP)
Gunakan satuan yang konsisten untuk jumlah beli dan jumlah pakai. Yield setelah prep biasanya diperoleh dari: berat bersih รท berat beli ร 100%.
Masukkan susut kupas, susut masak, spoilage, sub-resep, packaging, tenaga kerja, utilitas, dan hasil produksi aktual agar HPP tidak terlihat terlalu murah.
Persentase hasil yang masih dapat digunakan setelah suatu proses. Contoh: membeli 10 kg bahan lalu setelah dibersihkan tersisa 8,2 kg, maka prep yield = 82%.
Bagian bersih yang benar-benar bisa dimakan atau dipakai dalam resep setelah kulit, tulang, trimming, bagian rusak, dan bagian tidak terpakai dibuang.
Harga beli dihitung dari berat awal, tetapi produksi memakai bagian bersih. Semakin kecil yield/EP, semakin tinggi biaya efektif per gram, kg, atau porsi.
Beli ayam 10 kg seharga Rp150.000, edible portion 82% โ hanya 8,2 kg yang siap dipakai. Biaya efektif sebelum susut masak menjadi sekitar Rp18.293/kg, bukan Rp15.000/kg.
Tujuannya: membuat HPP mencerminkan kondisi dapur nyata sehingga susut bahan tidak diam-diam menggerus margin.
Karena usaha membeli bahan berdasarkan berat/jumlah awal, tetapi resep memakai bagian bersih yang benar-benar dapat digunakan. Jika susut kupas, tulang, trimming, cooking loss, atau waste diabaikan, HPP terlihat lebih murah daripada biaya nyata.
Gunakan satuan yang konsisten untuk jumlah beli dan jumlah pakai. Yield setelah prep biasanya diperoleh dari: berat bersih รท berat beli ร 100%.
Fitur ini tersedia untuk akun Premium Lifetime.