Roti Gandum Madu
Roti gandum lembut dan tidak seret, dengan rasa madu ringan dan aroma biji-bijian. Begitu disobek selagi hangat, aroma panggang dan bagian dalamnya yang empuk langsung mengundang untuk mencicipi.

Roti Gandum Madu
Roti gandum lembut dan tidak seret, dengan rasa madu ringan dan aroma biji-bijian. Begitu disobek selagi hangat, aroma panggang dan bagian dalamnya yang empuk langsung mengundang untuk mencicipi.
Bahan
- 250 g tepung protein tinggi + 120 g tepung gandum utuh
- 40 g gula pasir
- 5 g ragi instan
- 20 g susu bubuk
- 4 g garam
- 230 ml susu cair dingin
- 1 butir telur ukuran sedang (±50 g tanpa cangkang)
- 40 g mentega tawar, lunak
- 35 g madu
- 20 g oat untuk taburan
- 1 sdm susu cair sebelum dipanggang
- 10 g mentega setelah dipanggang
Langkah Lengkap
- Campur tepung protein tinggi + 120 g tepung gandum utuh, gula, ragi, dan susu bubuk. Masukkan susu cair dingin, telur, serta bahan cair tambahan. Aduk hingga tidak ada tepung kering.
- Uleni 5–7 menit, masukkan garam dan mentega, lalu uleni lagi sampai adonan licin dan dapat ditarik tipis tanpa cepat robek (uji selaput tipis). Suhu adonan ideal 25–27°C.
- Bulatkan, tutup, lalu fermentasikan 45–60 menit sampai volumenya sekitar 1,8 kali—tidak harus tepat dua kali lipat.
- Bentuk persegi panjang, gulung rapat sambil menekan setiap putaran, masukkan ke loyang 22×10 cm, lalu taburi oat setelah dioles susu.
- Proofing 35–50 menit sampai mengembang ringan. Tekan sangat pelan dengan ujung jari—bekas kembali perlahan dan masih menyisakan jejak tipis.
- Oles susu. Panggang dalam oven yang telah dipanaskan 180°C api atas-bawah selama 28–32 menit sampai keemasan. Suhu bagian tengah 90–93°C. Oles mentega segera setelah keluar oven dan dinginkan di rak.
Bahan-bahan
Adonan
Olesan
Cara Membuat
- 1
Campur tepung protein tinggi + 120 g tepung gandum utuh, gula, ragi, dan susu bubuk. Masukkan susu cair dingin, telur, serta bahan cair tambahan. Aduk hingga tidak ada tepung kering.
- 2
Uleni 5–7 menit, masukkan garam dan mentega, lalu uleni lagi sampai adonan licin dan dapat ditarik tipis tanpa cepat robek (uji selaput tipis). Suhu adonan ideal 25–27°C.
- 3
Bulatkan, tutup, lalu fermentasikan 45–60 menit sampai volumenya sekitar 1,8 kali—tidak harus tepat dua kali lipat.
- 4
Bentuk persegi panjang, gulung rapat sambil menekan setiap putaran, masukkan ke loyang 22×10 cm, lalu taburi oat setelah dioles susu.
- 5
Proofing 35–50 menit sampai mengembang ringan. Tekan sangat pelan dengan ujung jari—bekas kembali perlahan dan masih menyisakan jejak tipis.
- 6
Oles susu. Panggang dalam oven yang telah dipanaskan 180°C api atas-bawah selama 28–32 menit sampai keemasan. Suhu bagian tengah 90–93°C. Oles mentega segera setelah keluar oven dan dinginkan di rak.
✓ Indikator berhasil
- Adonan lulus windowpane dan tidak robek kasar.
- Bekas tekan proofing kembali perlahan.
- Roti ringan, serat halus memanjang, dan bagian tengah tidak basah.
★ Tips anti-gagal
- Gunakan cairan dingin agar adonan tidak lewat 28°C saat diuleni.
- Masukkan garam dan mentega setelah gluten mulai terbentuk.
- Panaskan oven minimal 20 menit dan timbang setiap potongan agar matang seragam.
! Kesalahan umum
- Menambah banyak tepung saat adonan masih lengket; roti menjadi padat.
- Proofing berdasarkan waktu saja; suhu ruang dapat mempercepat atau memperlambat ragi.
- Memotong roti saat masih panas sehingga remah tampak basah.
Substitusi
- Gunakan substitusi yang dicantumkan tanpa mengubah total cairan secara drastis.
Penyimpanan
Setelah benar-benar dingin, simpan kedap udara pada suhu ruang 2 hari. Bekukan hingga 1 bulan; hangatkan 5–7 menit pada 150°C.
Saran penyajian
Sajikan roti gandum madu pada suhu dan pendamping yang paling sesuai dengan selera.
Keamanan pangan
Jaga kebersihan alat, gunakan bahan segar, dan hindari kontaminasi silang.
